Kala itu. Aku merasa, ada sedikit perubahan dalam tingkah lakuku. Sering kali aku merasa bahagia tanpa sebab, kemudian merenung. Tak jarang aku pun merasa nelangsa seperti orang yg sedang putus asa. Tapi ada satu hal yg ku tau alasannya mengapa aku melakukannya. Apakah itu? Itu adalah senyum. Ya, senyum yg sering kusunggingkan karna pada saat itu aku sedang mengingat dia. Senyum yang mungkin kata orang saat melihatnya adalah senyum seperti orang yg sedang tidak waras. Wait, Tidak waras? Emm kurasa itu juga bisa jadi benar. Ketidak warasanku karena memikirkannya. Tapi tenang, ketidak warasanku ini bukan level tinggi. Hanya sebatas karna racun yg telah dia sebarkan.
Entah sejak kapan aku merasakan semua hal itu. Yang ku ingat, terakhir ku melakukannya adalah sekitar 3tahun yang lalu. Aku sendiri pun tak tau menau alasanku melakukan semua hal itu. Yang ku tau i feel like i'm into him. But eiiits.. jangan berfikir yang macam" dulu tentang kalimatku itu ya. Itu hanya sebatas pesan kecil atau semacam kode yang kulayangkan untuknya.
Aku telah banyak mengintropkesi diriku jauh sebelum dia datang. Mengobati segala luka yg telah tergores dimasa lampau, agar kelak jika ada yg menyentuhnya kembali itu tidak akan terasa begitu sakit seperti dulu. Sekalipun itu dia, yg datang menyentuhnya.
Baiklah. Aku akan sedikit jujur dan terbuka dengan diriku sendiri tentangnya. Alasan ku memilih, serta alasanku untuk menciptakan kembali rasa nano nano dalam hidupku dg diiringi bayangan-bayangannya. Aku ingin mengakui segalanya terhadap diriku sendiri dan tuhanku.
Dan kuharap segenggam rasa yang datang ini datang disertai dengan ridho dari sang maha skenario hidup.
Entah sejak kapan aku merasakan semua hal itu. Yang ku ingat, terakhir ku melakukannya adalah sekitar 3tahun yang lalu. Aku sendiri pun tak tau menau alasanku melakukan semua hal itu. Yang ku tau i feel like i'm into him. But eiiits.. jangan berfikir yang macam" dulu tentang kalimatku itu ya. Itu hanya sebatas pesan kecil atau semacam kode yang kulayangkan untuknya.
Aku telah banyak mengintropkesi diriku jauh sebelum dia datang. Mengobati segala luka yg telah tergores dimasa lampau, agar kelak jika ada yg menyentuhnya kembali itu tidak akan terasa begitu sakit seperti dulu. Sekalipun itu dia, yg datang menyentuhnya.
Baiklah. Aku akan sedikit jujur dan terbuka dengan diriku sendiri tentangnya. Alasan ku memilih, serta alasanku untuk menciptakan kembali rasa nano nano dalam hidupku dg diiringi bayangan-bayangannya. Aku ingin mengakui segalanya terhadap diriku sendiri dan tuhanku.
Dan kuharap segenggam rasa yang datang ini datang disertai dengan ridho dari sang maha skenario hidup.
Komentar
Posting Komentar