Langsung ke konten utama

KECEWA ITU INDAH



KECEWA ITU INDAH

Bismillahirrahmaanirrahiim.. 
Siapa yang tidak mengenal kata yang satu ini. Kata yang selalu menghiasi lika liku kehidupan. Kata yang mengandung makna sendiri di antara kata-kata negatif yang lainnya. Ya, ini adalah salah satu kata yang dikategorikan sebagai kata negatif. Siapapun yang mendengar kata ini akan beranggapan bahwa orang yang sedang mengalaminya sedang dalam masa-masa “down”. Kecewa adalah salah satu warna dalam hidup, warna yang sering dihindari oleh hampir setiap orang. Kecewa sendiri selalu dijadikan warna buruk , buruk karna dampak dari rasa kecewa itu sendiri. Ada yang sampai membuatnya mengeluarkan amarah hingga tangisan. Dan biasanya kedua cara tersebut dilakukan oleh kebanyakan dari kaum perempuan. Dan sering kali mereka melampiaskan kekecewaan itu lewat tangisan. Karena, kecewa tidak memiliki banyak kalimat untuk menjadi pendukungnya atau kalimat kode. Kehadiran akan rasa kecewa ini pun tak bisa terduga, terkadang ia datang melalui bermacam- macam keadaan. Misal, saat kita sedang happy – happy nya atau dalam keadaan baik-baik saja, bisa saja kecewa itu hadir dengan sendirinya tanpa kita undang. Sama halnya seperti warna hidup lainnya seperti sedih, senang ataupun cemas.
                Bagi wanita, mengungkapkan kekecewaan itu cukup sulit ya. Karena lembutnya hati seorang perempuan yang tuhan ciptakan membuat hampir setiap wanita tidak mudah mengeskpresikan hal-hal negatif seperti kecewa ini. Kebanyakan dari mereka hanya bisa menghela nafas, kemudian mereka diam, lalu mereka memutuskan untuk tidak akan lagi mudah menerima (kembali) rasa percaya mereka akan sesuatu akibat dari kekecewaan tersebut.
                Disini saya ingin sedikit mengulik bagaimana rasa kecewa itu bisa menjadi manis, dan bagaimana warna yang buruk dari hidup itu bisa dijadikan warna pendukung untuk menjadikan hidup kita lebih indah. Dan saya ingin berbagi tips, bagaimana rasa kecewa itu menjadi indah.

Langsung aja ya. Chekidot !


Pertama, apa sih yang biasanya jadi faktor utama kita untuk mengatakan bahwa kita kecewa ? Adanya pengkhianatan antar teman sendiri ? patah hati ?merasa telah dibohongi ? merasa tidak diakui? merasa bahwa apa yang kita dapat tidak sesuai harapan ? sakit hati ? wait, sakit hati sama patah hati hampir sama kali yaa.
Oke. Biasanya, kita selalu melewatkan hal penting yang terjadi sesaat setelah kecewa itu datang. Kita sering kali tidak sadar akan dampak positif dari kekecewaan yang hadir dalam hidup kita. Sering kali kita hanya melihat dampak buruknya saja. Tidak perduli apa yang datang setelah itu, dan rasa lega seperti apa yang kita rasakan setelah menerima kekecewaan itu. Sekarang, cobalah untuk sedikit membuka diri, membuka pikiran positive tentang rasa kecewa ini. Kita pasti tau lah ya, kecewa itu hampir sama dengan kesedihan. Bedanya, kecewa itu lebih menguras banyak energi untuk marah, dan berdampak kepada kepercayaan yang sudah coba kita titipkan. Tapi, kalau kesedihan hanya menguras air mata tanpa mengganggu gugat rasa percaya kita akan sesuatu. Bukan begitu ? Nah, sekarang jika kita bisa mengkiaskan rasa sedih itu seperti hujan yang setelahnya akan ada pelangi, tentu kecewa pun sama halnya jika kita kiaskan. Yaps, akan ada pelangi setelah kecewa itu datang. Memang pelangi seperti apa yg akan muncul ? Pelangi yang menandakan akan sesuatu yang jauh lebih baik untuk kita. Yang harus kita terima. Misal ; ketika kita telah memilih seorang untuk menjadi pendamping hidup kelak. Semua akhlaknya adalah akhlakul karimah (akhlak yang baik), otomatis ini sudah mencakup segalanya, terutama dalam hal agama yang kita rasa bisa membahagiakan kita bukan hanya di alam dunia, namun di alam setelahnya kelak. Tetapi, saat sudah beberapa langkah lagi kita bisa menggapai seseorang yang kita inginkan tersebut, tiba-tiba Allah mengubahnya. Allah gagalkan rencana kita. Allah tunda apa yang seharusnya terjadi di hari itu, seketika rasa kecewa pun muncul. Pasti kita akan mengatakan "kenapa sih ya Allah????". Saat itu juga kita langsung bersedih, meratapi kekecewaan akan takdir Allah yang sudah Allah tetapkan untuk kita. Seandainya disaat itu kita ingat akan firman-Nya dalam Q.S Al-Baqarah : 216 saat Allah mewajibkan kaum muslimin untuk berperang :
" Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangkan sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"
Setidaknya itu akan membantu kita untuk mengurangi rasa kecewa yang kita miliki.
           Jadi, alangkah baiknya kita harus lebih memahami dampak dari kekecewaan kita tersebut agar kita tidak berlarut-larut didalamnya.

Kedua. Pernahkah kita menyadari bahwa hal-hal yang datang setelah kecewa itu telah menjadikan kita insan yang lebih tangguh lagi ? Lebih merasa better than before. Dan kisah yang datang setelahnya jauh lebih indah dari sebelumnya. Contoh : saat keinginan kita akan masa depan berubah 180o dari yang sudah kita bayangkan serta rencanakan, akan tetapi Allah ganti dengan yang jauh lebih baik dan lebih indah untuk masa depan kita serta keberlangsungan hidup kita. Akankah kita menyadari itu ? Sudahkah kita bersyukur dengan segala hal indah yang telah Allah hadirkan dalam hidup kita ?
Nah, dari kedua ulikan tersebut, semoga ini dapat membantu menjadikan pikiran serta gati kita lebih terbuka lagi serta lebih positif lagu. Karena jika kita sadari betul, tanpa kecewa kita tidak akan tau jalan hidup mana yang baik untuk kita. Kita tidak akan tau siapa seperti apa orang-orang yang ada disekililing hidup kita ini. Kita tidak akan pernah tau takdir baik apa yang akan kita dapatkan. Maka dari itu, akan lebih baik jika kita menghadapi rasa kecewa itu dengan lapang dada. Menghadapinya dengan segala jurus-jurus positif yang kita miliki dengan sebanyak mungkin, agar rasa kecewa serta dampak dari hal tersebut terasa indah.

Happy Try It ! ^^

Komentar